2026, Tahun Akselerasi Bisnis dan Transformasi Finansial
Tahun 2026 diprediksi menjadi periode penting bagi dunia usaha di Indonesia. Setelah fase pemulihan ekonomi dan digitalisasi yang pesat di 2024–2025, kini banyak sektor bisnis siap melangkah ke tahap pertumbuhan berikutnya.
Namun, di tengah peluang besar tersebut, tantangan pembiayaan juga meningkat. Banyak bisnis akan membutuhkan kredit modal kerja untuk memperkuat arus kas, menambah kapasitas produksi, atau melakukan ekspansi. Memahami tren keuangan 2026 menjadi langkah pertama agar pengusaha dapat menyiapkan strategi pendanaan dengan cermat.
Tren Keuangan dan Arah Bisnis di 2026
Berdasarkan analisis dari berbagai lembaga keuangan dan riset industri, ada beberapa tren utama yang akan memengaruhi arah bisnis di tahun 2026:
1. Pertumbuhan Sektor Digital dan Teknologi
Bisnis berbasis digital terus berkembang, terutama di bidang layanan finansial, e-commerce, dan software as a service (SaaS). Permintaan terhadap solusi teknologi lokal meningkat, didorong oleh transformasi digital di kalangan UMKM dan korporasi.
Kebutuhan modal: investasi pada infrastruktur IT, pengembangan produk digital, dan strategi pemasaran berbasis data.
2. Kebangkitan Industri Manufaktur dan Logistik
Sektor manufaktur nasional kembali bergerak seiring meningkatnya permintaan domestik dan ekspor. Perusahaan membutuhkan modal besar untuk pembelian bahan baku, peralatan, serta pembiayaan rantai pasok.
Kebutuhan modal: tambahan modal kerja, pembiayaan PO (Purchase Order), dan peremajaan mesin produksi.
3. Properti dan Konstruksi yang Kembali Bergairah
Tren properti residensial dan komersial diproyeksikan naik seiring pembangunan infrastruktur baru di berbagai wilayah. Developer dan kontraktor akan berlomba untuk memenuhi permintaan pasar.
Kebutuhan modal: kredit investasi dan pembiayaan proyek dengan jaminan properti.
4. UMKM Berbasis Gaya Hidup dan Kesehatan
Produk-produk lokal di bidang skincare, makanan sehat, dan wellness akan semakin diminati. Merek-merek baru bermunculan, tapi banyak membutuhkan akses modal yang mudah untuk menjaga pertumbuhan.
Kebutuhan modal: modal kerja jangka pendek dan kredit multiguna untuk ekspansi produksi.
5. Energi Terbarukan dan Bisnis Berkelanjutan
Pemerintah mendorong investasi di sektor energi hijau, mulai dari panel surya hingga kendaraan listrik. Banyak perusahaan baru yang masuk ke bidang ini dan memerlukan dukungan finansial yang signifikan.
Kebutuhan modal: pembiayaan investasi jangka panjang.

Mengapa Kredit Modal Kerja Jadi Kunci di 2026
Dalam kondisi ekonomi yang terus bergerak cepat, likuiditas menjadi faktor penting bagi keberlangsungan bisnis. Kredit Modal Kerja (KMK) memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasional tanpa mengganggu arus kas utama.
Melalui PDaja.com by Bank Sahabat Sampoerna, pengusaha dapat memperoleh fasilitas Pinjaman Rekening Koran (PRK) maupun pinjaman angsuran berjaminan properti, dengan keunggulan berikut:
- Limit besar hingga Rp5 miliar, cocok untuk bisnis yang sedang ekspansi.
- Tenor fleksibel hingga 12 bulan, dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.
- Bunga kompetitif dan transparan, menjaga efisiensi biaya modal.
- Bunga hanya dibayar sesuai pemakaian untuk fasilitas PRK.
- Proses pengajuan cepat dan aman, diawasi langsung oleh OJK.
Fasilitas ini memungkinkan pelaku usaha mengatur strategi keuangan secara adaptif menghadapi peluang bisnis baru.
Strategi Menyusun Pendanaan Usaha 2026
Agar siap bersaing di 2026, pelaku usaha perlu memiliki roadmap finansial yang matang. Berikut langkah-langkah penting yang dapat diterapkan:
1. Evaluasi Kebutuhan Modal Berdasarkan Siklus Bisnis
Identifikasi periode di mana kebutuhan dana meningkat, seperti saat pengadaan bahan baku, ekspansi, atau musim penjualan tinggi.
2. Pilih Jenis Pinjaman Sesuai Tujuan
Gunakan PRK untuk modal kerja fleksibel dan pinjaman angsuran untuk pembiayaan jangka panjang seperti pembelian aset.
3. Optimalkan Aset sebagai Jaminan Produktif
Manfaatkan aset seperti rumah, ruko, atau gudang sebagai jaminan pinjaman. Dengan begitu, aset tetap aman namun dapat menghasilkan nilai ekonomi tambahan.
4. Bangun Cadangan Modal untuk Kontinjensi
Sediakan dana cadangan agar bisnis tetap berjalan lancar jika menghadapi fluktuasi ekonomi atau permintaan pasar yang tidak stabil.
Contoh Kasus: Bisnis yang Tumbuh Bersama Kredit Modal Kerja
Sebuah perusahaan distribusi bahan bangunan di Surabaya mengalami lonjakan permintaan setelah proyek infrastruktur baru dimulai. Untuk memenuhi pesanan besar, mereka menggunakan Kredit Modal Kerja PDaja.com dengan limit Rp3 miliar beragunan ruko.
Dana digunakan untuk pembelian bahan baku dan tambahan armada logistik. Karena menggunakan skema PRK, bunga hanya dibayar atas dana yang digunakan. Hasilnya, penjualan meningkat 40 persen dalam satu kuartal tanpa membebani cashflow.
PDaja.com: Partner Pendanaan untuk Bisnis 2026
Sebagai bagian dari Bank Sahabat Sampoerna, PDaja.com menghadirkan solusi pembiayaan yang mendukung pengusaha dan profesional dalam menjalankan bisnis di era baru.
Dengan pilihan fasilitas seperti Pinjaman Rekening Koran (PRK), Kredit Modal Kerja, dan Pinjaman Beragunan Properti, PDaja.com membantu Anda mengelola modal secara efisien, aman, dan sesuai kebutuhan bisnis di 2026.
Keunggulan PDaja.com:
- Limit hingga Rp5 miliar
- Tenor fleksibel
- Bunga ringan dan transparan
- Jaminan properti (rumah, ruko, apartemen, gudang)
- Proses pengajuan mudah dan cepat
Kesimpulan
Tahun 2026 akan menjadi era pertumbuhan bagi berbagai sektor bisnis, mulai dari digital hingga manufaktur dan properti. Namun, untuk dapat memanfaatkan peluang tersebut, pengusaha perlu menyiapkan strategi pendanaan yang kuat dan fleksibel.
Melalui Kredit Modal Kerja dan PRK PDaja.com, Anda bisa memastikan bisnis tetap likuid, efisien, dan siap berkembang di tengah perubahan ekonomi. Saat peluang datang, pastikan modal sudah siap — karena momentum tidak akan menunggu.
Hubungi WhatsApp Official PDaja.com untuk informasi dan penawaran seputar pinjaman atau coba simulasi pengajuannya di Ajukan Pinjaman.