Salah satu keunggulan utama pinjaman rekening koran adalah sistem bayar bunga sesuai pemakaian. Artinya, bunga tidak dihitung dari total plafon yang disetujui, melainkan dari jumlah dana yang benar-benar digunakan.
Bagi banyak nasabah, terutama pengusaha dan profesional, sistem ini terasa lebih adil dan fleksibel. Namun, tidak sedikit juga yang masih bingung bagaimana cara menghitung bunganya.
Artikel ini akan menjelaskan secara sederhana agar Anda bisa memahami simulasi perhitungannya sebelum mengajukan pinjaman.
Memahami Konsep Dasar Bunga Rekening Koran
Pada pinjaman konvensional, bunga biasanya dihitung dari total pinjaman sejak awal pencairan. Cicilan pun tetap setiap bulan.
Berbeda dengan itu, dalam sistem rekening koran:
- Bank menyetujui plafon tertentu, misalnya Rp1 miliar
- Anda bebas menggunakan dana sesuai kebutuhan
- Bunga dihitung dari saldo yang dipakai
- Jika tidak digunakan, tidak ada bunga yang berjalan
Inilah yang dimaksud dengan bayar bunga sesuai pemakaian.
Rumus Dasar Perhitungan Bunga
Secara umum, perhitungan bunga pinjaman rekening koran menggunakan rumus:
Bunga = Saldo Terpakai x Suku Bunga x Jumlah Hari / 365
Karena bunga dihitung harian berdasarkan saldo yang digunakan, maka jumlah dana yang dipakai dan lamanya pemakaian akan sangat memengaruhi total bunga.
Contoh Simulasi Sederhana
Misalnya:
- Plafon disetujui: Rp1.000.000.000
- Dana yang digunakan: Rp500.000.000
- Suku bunga: 12 persen per tahun
- Dana digunakan selama 30 hari
Perhitungannya:
Rp500.000.000 x 12 persen x 30 / 365
Hasilnya sekitar Rp4.931.507
Artinya, dalam 30 hari tersebut, bunga yang dibayarkan kurang lebih Rp4,9 juta, bukan dari Rp1 miliar, tetapi dari Rp500 juta yang benar-benar digunakan.
Jika bulan berikutnya Anda hanya menggunakan Rp200 juta, maka bunga akan dihitung dari angka tersebut.
Bagaimana Jika Dana Dilunasi Sebagian?
Keunggulan lain sistem ini adalah fleksibilitas pembayaran.
Misalnya:
- Minggu pertama memakai Rp500 juta
- Minggu kedua dilunasi Rp200 juta
- Sisa saldo menjadi Rp300 juta
Maka bunga selanjutnya hanya dihitung dari Rp300 juta. Dengan begitu, beban bunga otomatis menurun.
Sistem ini sangat membantu dalam menjaga arus kas tetap sehat.

Kenapa Sistem Ini Lebih Efisien?
Di tengah kondisi ekonomi Indonesia 2026 yang masih fluktuatif, banyak pelaku usaha dan individu membutuhkan fleksibilitas.
Dengan sistem bayar bunga sesuai pemakaian:
- Tidak terbebani bunga dari dana yang belum digunakan
- Bisa mengatur strategi penarikan dana
- Lebih mudah mengontrol biaya pembiayaan
Ini berbeda dengan pinjaman konvensional yang langsung membebankan bunga penuh sejak awal.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Meskipun fleksibel, ada beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan:
- Suku bunga yang berlaku dan metode perhitungan harian
- Biaya administrasi atau provisi
- Jangka waktu atau tenor fasilitas
- Kedisiplinan dalam mengelola penggunaan dana
Perencanaan penggunaan dana tetap menjadi kunci agar fasilitas ini benar-benar efisien.
Cocok untuk Siapa?
Pinjaman rekening koran dengan sistem bayar bunga sesuai pemakaian cocok untuk:
- Pengusaha dengan kebutuhan dana bertahap
- Profesional dengan proyek atau income tidak tetap
- Individu yang ingin menjaga likuiditas
- Pemilik properti yang ingin mengoptimalkan aset
Dengan plafon mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah, sistem ini memberikan ruang fleksibilitas yang lebih luas.
Kesimpulan
Cara menghitung bunga pinjaman rekening koran sebenarnya cukup sederhana. Kuncinya adalah memahami bahwa bunga hanya dihitung dari dana yang digunakan dan berdasarkan jumlah hari pemakaian.
Sistem bayar bunga sesuai pemakaian membuat pembiayaan menjadi lebih fleksibel dan efisien, terutama bagi Anda yang membutuhkan dana besar secara bertahap.
Dengan perencanaan yang tepat dan pengelolaan dana yang disiplin, fasilitas ini dapat membantu menjaga stabilitas arus kas sekaligus mendukung kebutuhan finansial Anda.
Hubungi WhatsApp Official PDaja.com untuk informasi dan penawaran seputar pinjaman atau coba simulasi pengajuannya di Ajukan Pinjaman.